Pernah ditolak saat mengajukan kartu kredit gara-gara skor kredit jelek? Nggak usah berkecil hati dulu – kamu masih punya peluang, kok!
Banyak orang mengira kalau riwayat kredit yang buruk berarti “game over” dalam dunia perbankan. Padahal, ada beberapa opsi dan trik cerdas buat kamu yang ingin bangkit lagi.
Artikel ini akan membahas cara mendapatkan kartu kredit meski punya skor kredit rendah, jenis kartu yang cocok, dan strategi untuk memperbaiki skor kredit secara bertahap. Yuk, simak sampai akhir!
Apa Itu Skor Kredit dan Kenapa Bisa Buruk?
Skor kredit adalah angka yang mencerminkan seberapa besar kemungkinan seseorang mampu membayar utang tepat waktu. Di Indonesia, skor ini dikelola oleh SLIK OJK (dulu BI Checking).
Skor bisa jadi buruk karena:
- Telat bayar cicilan atau tagihan
- Menunggak kartu kredit
- Punya utang macet
- Terlalu banyak pengajuan kredit dalam waktu dekat
- Tidak punya riwayat kredit sama sekali (alias kredit history minim)
Jika kamu masuk daftar “kolektibilitas 3 ke atas” (tunggakan lebih dari 90 hari), maka bank biasanya akan menolak pengajuan kartu kredit baru.
Solusi: Masih Bisa Punya Kartu Kredit Meski Skor Jelek?
Jawabannya: Masih bisa, asal tahu caranya. Berikut beberapa opsi yang bisa dicoba:
1. Kartu Kredit Berjaminan (Secured Credit Card)
Ini adalah opsi terbaik buat kamu yang punya skor kredit buruk.
Kamu perlu menyetorkan dana jaminan ke bank (misalnya Rp5–10 juta) yang nantinya dijadikan limit kartu.
Cocok untuk membangun kembali skor kredit secara perlahan.
Keuntungan:
- Disetujui lebih mudah
- Bisa digunakan seperti kartu kredit biasa
- Riwayat pembayaran akan dilaporkan ke SLIK OJK (membantu perbaikan skor)
Bank yang Menyediakan:
- Bank Neo Commerce (dulu BNC)
- CIMB Niaga (secured credit card program)
- Beberapa bank digital dalam program terbatas
2. Gunakan Kartu Kredit Add-On
Kartu tambahan dari anggota keluarga (biasanya pasangan atau orang tua) yang sudah punya kartu kredit utama.
Kelebihan:
- Tidak perlu proses persetujuan seperti kartu utama
- Bisa ikut membangun riwayat pembayaran
Catatan: pastikan pemilik kartu utama punya riwayat pembayaran yang baik.
3. Gunakan Kartu Kredit dari Fintech / Bank Digital
Beberapa bank digital kini memberikan produk kartu kredit hybrid atau kartu cicilan dengan proses persetujuan yang lebih longgar.
Contoh:
- Jenius Flexi Cash
- Kredivo Card (dengan mitra bank)
- Akulaku PayLater Card
Namun tetap harus dicek riwayat kredit dan penghasilan. Kalau tidak separah “kolektibilitas macet”, kamu masih punya peluang.
4. Ajukan ke Bank Tempat Kamu Menabung
Bank tempat kamu punya rekening gaji atau tabungan besar biasanya lebih mudah menyetujui pengajuan karena mereka sudah melihat arus kas kamu secara langsung.
Tips:
- Gunakan rekening payroll secara aktif
- Jaga saldo rata-rata agar terlihat kredibel
Cara Meningkatkan Skor Kredit Secara Perlahan
Kalau kamu ingin punya kartu kredit dengan limit besar di masa depan, mulai dari sekarang bangun kembali skor kreditmu:
- Bayar utang tepat waktu. Ini yang paling penting! Jangan menunda pembayaran apapun.
- Lunasi tunggakan yang masih aktif. Kalau kamu masih punya tunggakan, segera hubungi bank untuk restrukturisasi atau pelunasan.
- Gunakan fasilitas kredit kecil & disiplin. Misalnya PayLater, pinjaman online legal, dan cicilan HP. Pastikan bayar tepat waktu.
- Jangan sering mengajukan kredit dalam waktu dekat. Terlalu banyak pengajuan bisa dilihat buruk oleh sistem bank.
- Gunakan kartu kredit secured dengan bijak. Jangan gesek semua limit, cukup gunakan 30% saja dan bayar lunas setiap bulan.
Punya skor kredit buruk bukan akhir dari segalanya. Justru ini bisa jadi momen pembelajaran untuk memperbaiki finansial secara bertahap.
Kuncinya adalah konsistensi dalam membayar, menggunakan kredit secara sehat, dan mencari opsi yang realistis seperti secured credit card.
Jadi, kalau kamu selama ini ragu atau minder karena riwayat kredit jelek – yuk, mulai bangkit lagi. Bank dan fintech pun mulai membuka pintu lebih lebar bagi mereka yang ingin memperbaiki diri.





